Wajib Memeluk Agama Islam

Publié le par Samir

Wajib Memeluk Agama Islam

(Pasal)


    Wajib atas setiap muslim memelihara
Islamnya dan menjaganya dari hal-hal yang merusak
dan memutuskannya, yaitu riddah (kufur; keluar dari
Islam). An Nawawi dan lainnya berkata:
"Riddah
adalah kekufuran yang paling keji"(8).
Pada masa ini


(8)Makna pernyataannya: "Riddah adalah kekufuran yang paling
keji" adalah dari sisi keburukannya, bukan berarti bahwa segala bentuk
macam riddah lebih parah dari kufur yang asli, karena kufur yang paling
parah adalah at-ta'thil; menafikan adanya Allah, dan aqidah hulul
mereka yang meyakini bahwa Allah menempati atau menyatu pada alam,
artinya bahwa Allah adalah kesatuan alam dan alam bagian dari-Nya.

telah banyak sikap ceroboh (sembrono) dalam
berbicara, hingga sebagian orang mengucapkan katakata
yang mengeluarkan mereka dari Islam, sedang
mereka tidak menganggap bahwa hal tersebut adalah
perbuatan dosa, terlebih melihatnya sebagai
kekufuran. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah :
" ِإنَّ العبد َليتكَلَّ  م بالكلمة لا يرى ا بأْسا يهوِي ا في النارِ سبعين خرِيفًا"
(رواه الترمذ  ي)


Maknanya:"Sungguh seorang hamba jika mengucapkan
perkataan (yang melecehkan atau menghina Allah atau
syari’at-Nya) yang tidak dianggapnya bahaya, padahal
perkataan itulah yang menjerumuskannya ke (dasar) neraka
(yang jarak tempuhnya) 70 tahun (dan tidak akan dihuni
kecuali oleh orang-orang kafir)"

Artinya jarak tempuhnya dari atas ke bawah adalah 70
tahun dan itulah dasar neraka jahanam; tempat yang
hanya dihuni oleh orang-orang kafir. Hadits ini
diriwayatkan oleh at Tirmidzi (9) dan dishahihkannya.
Semakna dengan hadits ini sebuah hadits yang
diriwayatkan oleh al Bukhari10 dan Muslim. (11)



(9) Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dalam Sunan-nya: Kitab Zuhud,
bab tentang orang yang berbicara dengan sebuah perkataan agar
ditertawakan oleh orang banyak.
(10)Diriwayatkan oleh al Bukhari dalam Shahih-nya: kitab ar-
Riqaq, bab menjaga lidah.




   
Hadits ini merupakan dalil bahwa ketika
seseorang telah nyata jatuh dalam kekufuran tidak
disyaratkan ia harus mengetahui hukumnya (bahwa
hal tersebut menyebabkannya jatuh dalam kekufuran),
dan tidak harus (dengan) lapang dada ketika
mengatakannya, juga tidak harus meyakini makna
lafazh itu sendiri seperti yang dikatakan kitab "Fiqh as-
Sunnah". Begitu juga tidak disyaratkan bahwa
seseorang yang jatuh dalam kekufuran tersebut tidak
sedang dalam keadaan marah, sebagaimana hal ini
telah diisyaratkan oleh an-Nawawi. Ia berkata: "Bila
seseorang marah kepada anak atau budaknya, lalu ia
memukulinya dengan pukulan yang keras, kemudian
orang lain berkata kepadanya: (teganya engkau
melakukan ini !?) Bukankah engkau seorang muslim?,
ia menjawab: "bukan !", ia ucapkan dengan sengaja,
maka ia telah kafir". Hal ini juga diungkapkan oleh
selain an-Nawawi dari kalangan ulama madzhab
    Hanafi dan madzhab lainnya (Sebagaimana dikutip
dalam kitab al Fatawa al Hindiyyah).
Riddah (kufur) ada tiga macam sebagaimana
pembagian an-Nawawi dan lainnya dari kalangan
ulama madzhab Syafi'i, Hanafi dan lainnya:
Keyakinan, Perbuatan dan Ucapan. Setiap dari tiga
macam ini memiliki cabang yang sangat banyak.


(11) Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya: kitab az Zuhd
wa ar Raqa-iq, bab tentang berbicara dengan kalimat yang menyebabkan
jatuh ke dalam neraka.

Publié dans POKOK-POKOK AQIDAH

Commenter cet article