Haji

Publié le par Samir

normal-mataf4.jpg
HAJI


(Pasal)

Kewajiban haji dan umrah adalah sekali
seumur hidup bagi seorang muslim, merdeka,
mukallaf, yang memiliki harta yang cukup untuk
perjalanan ke sana dan kembali lagi ke tanah airnya,
lebih dari kebutuhannya untuk membayar hutang,
kebutuhan tempat tinggal, pakaian yang layak dan
nafkah bagi yang wajib dia nafkahi, selama
kepergiannya sampai kepulangannya dari tanah suci.
Rukun haji ada enam:


1. Ihram, yaitu berniat dalam hati dengan mengatakan:
”Saya berniat (mulai) melaksanakan ibadah haji
atau umrah”.

2. Wuquf di Arafah, (waktunya adalah antara
tergelincirnya matahari pada hari Arafah yaitu pada
tanggal 9 dzulhijjah sampai terbitnya fajar malam
hari raya idul adlha).
rukun-rukunnya, karena itulah wajib dipenuhi
tuntunan tersebut.


    Maka bagi orang yang hendak melakukan
transaksi jual beli ia harus mempelajari ilmu tentang
jual beli, karena jika tidak, maka mau tidak mau ia
akan memakan riba. Rasulullah shallallahu ‘alayhi
wasallam bersabda:

"التاجر الصدوق يحشر يوم القيامة مع النبيين والص  ديقين والشهداء " رواه
الترمذي وصحّحه

Maknanya: “Pedagang yang jujur kelak akan dikumpulkan
di hari kiamat dengan para nabi, para Shiddiqin dan orangorang
yang mati syahid”.

    Kedudukan yang tinggi tersebut tidaklah ia
dapatkan melainkan karena kesungguhannya dalam
mengekang jiwa dan nafsunya untuk menjalankan
transaksi-transaksi (akad) sesuai dengan aturan
syara’. Karena jika tidak, nyatalah ancaman Allah bagi
mereka yang melampaui batas-batas (yang telah
ditetapkan oleh syari'at). Kemudian akad-akad
lainnya seperti akad al-ijarah (sewa menyewa), al-qiradl
(bagi hasil), al-rahn (penggadaian), al-wakalah
(perwakilan), al-wadi’ah (titipan), al-‘ariyah (pinjam
meminjam), asy-syarikah (perserikatan; kongsi) dan almusaqah
(perburuhan dalam menyiram tanaman) juga
harus dipenuhi syarat-syarat dan rukun-rukunnya.

    Akad nikah membutuhkan kehati-hatian dan
ketelitian yang lebih agar terhindar dari akibat-akibat

3. Thawaf di baitullah.

4. Sa’i antara bukit Shofa dan bukit Marwa tujuh kali
dari ‘aqd ke ‘aqd.

5. Memotong sebagian atau seluruh rambut.

6. Tertib dalam sebagian besar rukunnya.
Adapun yang merupakan rukun ibadah umrah
adalah yang tersebut di atas kecuali wukuf di Arafah.
Dan tiap-tiap rukun ini mempunyai tuntunan;
kewajiban dan syarat-syarat tersendiri yang harus
dipenuhi.


    Dalam pelaksanaan thawaf disyaratkan
menempuh jarak yang di mulai dari hajar aswad
menuju kembali ke hajar aswad sebanyak tujuh kali
putaran, dan disyaratkan pula untuk menutup aurat,
suci dari hadats besar dan hadats kecil, serta
menempatkan ka’bah di sebelah kiri kita, tidak
menghadap atau membelakanginya.
Diharamkan bagi orang yang sedang ihram:

1. Memakai wewangian.

2. Meminyaki rambut atau janggut dengan minyak,
lemak (yang sudah mencair) atau lilin yang berasal
dari sarang lebah madu yang sudah cair.

3. Memotong kuku atau rambut.

4. Jima' (termasuk pula hal-hal yang merupakan
permulaan jima', seperti berciuman).

5. Melakukan aqad nikah.

6. Berburu binatang darat yang boleh dimakan dan
buas.

7. Bagi lelaki dilarang menutup kepalanya atau
memakai pakaian yang menutupi sepeti yang
dijahit atau sejenisnya.

8. Bagi wanita dilarang menutup muka dan memakai
sarung tangan.


Barang siapa mengerjakan salah satu dari halhal
yang diharamkan ini maka dia berdosa dan harus
membayar fidyah. Adapun orang yang merusak ibadah
hajinya dengan jima', maka selain berdosa dan
membayar fidyah hajinya rusak dan dia wajib
mengqadla sesegera mungkin dan menyempurnakan
(menuntaskan sampai selesai) ibadah hajinya (yang
rusak tersebut). Jadi orang yang merusak hajinya
dengan jima’ dia harus tetap meneruskan ibadahnya
(tidak boleh memutuskannya) dan pada tahun
berikutnya dia mempunyai kewajiban untuk
mengqadla’nya kembali.
Wajib haji adalah:

1. Ihram dari miqot; yaitu tempat yang telah
ditentukan oleh Rasulullah untuk memulai ihram,
seperti tempat yang bernama Dzul hulaifah sebagai
miqat bagi penduduk Madinah dan orang–orang
yang melewati daerah ini.

2. Bermalam di Muzdalifah ketika haji menurut satu
pendapat, dalam pendapat yang lain tidak wajib.

3. Bermalam di Mina menurut satu pendapat, dalam
pendapat yang lain tidak wajib.

4. Melempar jumrah aqabah pada hari raya qurban
(10 Dzulhijjah).

5. Melempar tiga jumrah (Jumrah Ula, Jumrah
Wustha dan Jumrah Aqabah) pada hari tasyriq (11,
12, 13 Dzulhijjah).

6. Thawaf wada’ menurut satu pendapat dalam
madzhab Syafi'i.


    Orang yang tidak melaksanakan keenam
perkara ini (wajib haji), tidak rusak ibadah hajinya,
tetapi dia berdosa dan harus membayar fidyah.
Berbeda dengan rukun–rukun yang telah disebutkan
sebelumnya, orang yang tidak melaksanakannya
(sekalipun satu rukun) maka hajinya tidak sah dan
orang yang meninggalkannya tidak bisa
menggantinya dengan dam; denda berupa
menyembelih kambing.

    Diharamkan berburu binatang dan memotong
pepohonan di dua tanah haram baik bagi orang yang
sedang melaksanakan ibadah haji atau tidak. Jika hal
ini dilakukan di Mekah maka wajib membayar fidyah,
berbeda jika dilakukan di Madinah maka tidak wajib
membayar fidyah. Tanah haram-nya Madinah adalah
yang ada di antara bukit ‘Ayr dan bukit Tsawr.

Publié dans POKOK-POKOK AQIDAH

Commenter cet article