Pokok-Pokok Aqidah

Publié le par Samir



Bab I
POKOK-POKOK AQIDAH



(Pasal)

Wajib bagi semua mukallaf untuk memeluk
agama Islam, meyakininya untuk selamanya dan
melaksanakan segala hukum-hukum yang diwajibkan
atasnya. Di antara hal yang wajib diketahui dan
diyakini secara mutlak, dan wajib diucapkan seketika
jika memang dia (mukallaf) kafir, atau jika tidak (ia
bukan seorang kafir) maka wajib mengucapkannya
dalam shalat, adalah dua kalimat syahadat:

r َأشهد َأنْ لاَ إله إلاَّ اللهُ وَأشهد َأنَّّ محمدا رسولُ اللهِ

Makna أشهد أن لا إله إلا الله : aku mengetahui, meyakini
dan mengakui (dengan ucapan) bahwa tidak ada yang
disembah dengan hak (benar) kecuali Allah, yang Esa,
tiada sekutu bagi-Nya, tidak terbagi-bagi,(2)
tidak


(2) Karena Dia bukan jism; benda. Ini adalah makna Ahad
menurut sebagian ulama.

bermula, tidak didahului dengan ketiadaan, Maha
Hidup, tidak membutuhkan kepada yang lain, tidak
berakhir, Maha Pencipta, Pemberi rizki, Maha
mengetahui, Maha Kuasa, yang mudah bagi-Nya
melakukan segala apa yang Ia kehendaki. Segala apa
yang Ia kehendaki terjadi dan segala apa yang tidak Ia
kehendaki tidak akan terjadi. Tidak ada daya untuk
menjauhi perbuatan dosa kecuali dengan
pemeliharaan-Nya, dan tidak ada kekuatan untuk
berbuat ta'at kepada-Nya kecuali dengan pertolongan-
Nya. Allah memiliki segala sifat kesempurnaan yang
layak bagi-Nya dan Maha Suci dari segala kekurangan
bagi-Nya.
Allah tidak menyerupai sesuatupun dari
makhluk-Nya dan tidak ada sesuatupun dari makhluk-
Nya yang menyerupai-Nya, Dia Maha Mendengar dan
Maha Melihat.(3) Hanya Allah yang tidak memiliki
permulaan (Qadim), segala sesuatu selain-Nya memiliki
permulaan (Hadits-baharu). Dia-lah sang Pencipta,
segala sesuatu selain-Nya adalah ciptaan-Nya
(makhluk). Segala yang ada (masuk ke dalam wujud),
benda(4) dan perbuatannya, mulai dari (benda yang
terkecil) dzarrah hingga (benda terbesar) 'Arsy, segala

(3) Pendengaran Allah tidak seperti pendengaran makhluk,
penglihatan Allah tidak seperti penglihatan makhluk.
(4) Benda yang dimaksud di sini bukan benda padat, tetapi A'yan
atau Ajsam; segala sesuatu yang memiliki bentuk dan ukuran, termasuk
manusia.


gerakan manusia dan diamnya, niat dan lintasan
fikirannya; semuanya itu (ada) dengan penciptaan
Allah, tidak ada yang menciptakannya selain Allah,
bukan thabi'ah (yang menciptakannya) dan bukan
pula 'Illah.(5) Akan tetapi segala sesuatu tersebut masuk
pada keberadaan (ada) dengan kehendak Allah dan
kekuasaan-Nya, dengan ketentuan dan ilmu-Nya
yang azali (yang tidak bermula), sebagaimana firman
Allah:

( [ وخلَق كُلَّ شىءٍ ] (سورة الفرقان : 2

Maknanya : "Dan Allah menciptakan segala sesuatu"
(Q.S. al Furqan: 2)

Artinya Allah mengadakannya dari tidak ada
menjadi ada. Makna (Khalaqa) demikian ini tidak layak
bagi siapapun kecuali hanya bagi Allah. Allah
berfirman:

Maknanya: "Tidak ada pencipta selain Allah" (Q.S.
Fathir: 3)

An-Nasafi berkata: "Apabila seseorang
melempar kaca dengan batu hingga pecah, maka
lemparan, hantaman batu dan pecahnya kaca
semuanya adalah ciptaan Allah. Jadi seorang hamba

(5) Thabi'ah adalah 'adah ; kebiasaan. Kebiasaan api adalah
membakar. 'Illah adalah sebab. Api adalah sebab terjadinya pembakaran.



Publié dans POKOK-POKOK AQIDAH

Commenter cet article